You need to enable javaScript to run this app.

Semarak Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80

Semarak Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80

Siswa-siswi MI Asshomadiyah Ikut Meriahkan Upacara di Lapangan Kelurahan Ngelom

Sidoarjo, 17 Agustus 2025, Pagi yang cerah di Lapangan Kelurahan Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menjadi saksi kemeriahan sekaligus kekhidmatan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan peserta dari berbagai kalangan — mulai dari pejabat pemerintahan desa hingga kecamatan, instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga siswa-siswi dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, hingga SMKK berkumpul dalam satu barisan untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Dalam momen penting ini, siswa-siswi MI Asshomadiyah kelas 5A, 5B, dan 6A turut serta mengikuti jalannya upacara dengan penuh semangat dan khidmat. Mereka hadir didampingi oleh jajaran guru dan pimpinan madrasah, yakni Ibu Budhi Triastuti Maelani, S.E. (Kepala MI Asshomadiyah), Ibu Nur Lailatus Solichah, S.Pd. (Wali Kelas 5A), Bapak Tedy Tofan Aristian, M.Pd. (Wali Kelas 5B), serta Bapak Muhammad Faruq Amrullah, S.Pd. (Waka Kesiswaan MI Asshomadiyah).

Sesuai undangan resmi yang dikeluarkan oleh Camat Taman, Bapak Arie Prabowo, S.STP., M.PSDM, upacara ini diikuti oleh kurang lebih 1.485 peserta yang terbagi dari berbagai kompi. Hadir pula pejabat pemerintah desa, perangkat kecamatan, ASN, non-ASN, guru dari berbagai tingkatan pendidikan, serta organisasi masyarakat seperti Pramuka, Banser NU, Kokam Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, dan lainnya.

Semarak Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80

Peserta dari kalangan pelajar tampak paling mendominasi. Siswa-siswi dari sekolah negeri maupun swasta, madrasah, hingga pesantren berdiri berbaris rapi dengan seragam khas masing-masing, memberikan nuansa kebhinekaan yang begitu terasa.

Tepat pukul 06.30 WIB, upacara dimulai. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bapak Arie Prabowo, S.STP., M.PSDM, Camat Kecamatan Taman. Kehadiran beliau memberikan wibawa tersendiri bagi jalannya upacara.

Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia selama 80 tahun ini adalah hasil perjuangan panjang para pahlawan. Oleh karena itu, tugas generasi muda saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, terutama dalam bidang pendidikan, teknologi, dan moral bangsa.

“Kita sudah merdeka selama 80 tahun, namun perjuangan kita tidak berhenti di sini. Tugas kita adalah menjaga persatuan bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menjadi generasi yang berintegritas. Para pelajar adalah harapan bangsa, dan melalui pendidikanlah masa depan Indonesia akan ditentukan,” tegasnya.

Semarak Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80

Suasana haru dan khidmat terasa saat pasukan pengibar bendera memasuki lapangan. Dengan langkah tegap, mereka membawa Sang Merah Putih menuju tiang utama. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dengan lantang, dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta.

Siswa-siswi MI Asshomadiyah tampak berdiri tegak dengan wajah penuh kebanggaan. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan dengan suara lantang, menandakan cinta dan hormat kepada tanah air. Beberapa siswa bahkan terlihat berkaca-kaca ketika melihat bendera merah putih berkibar megah di langit biru Ngelom.

Keikutsertaan siswa MI Asshomadiyah pada upacara kali ini bukanlah hal biasa. Mereka dipilih sebagai perwakilan untuk ikut serta bersama ribuan peserta lain. Hal ini menunjukkan betapa madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan semangat nasionalisme sejak dini.

Menurut Ibu Budhi Triastuti Maelani, S.E., Kepala MI Asshomadiyah, pengalaman ini menjadi pembelajaran karakter yang berharga. “Upacara di tingkat kecamatan ini memberikan pengalaman berbeda. Anak-anak belajar disiplin, kebersamaan, serta bagaimana menghormati simbol negara. Ini jauh lebih bermakna dibandingkan jika hanya dilakukan di sekolah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bapak Muhammad Faruq Amrullah, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan menambahkan bahwa momen ini juga melatih mental siswa untuk tampil di tengah masyarakat luas. “Kami ingin siswa kami terbiasa berada di ruang publik, belajar berinteraksi, sekaligus memahami arti persatuan. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” jelasnya.

Kehadiran MI Asshomadiyah bersama sekolah lain di Kecamatan Taman menambah semarak jalannya upacara. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, semua peserta menyatu dalam semangat merah putih.

Seorang siswa kelas 6A menuturkan pengalamannya, “Saya bangga sekali bisa ikut upacara besar ini. Rasanya berbeda, lebih meriah, dan membuat saya semakin cinta Indonesia.”

Sementara itu, salah seorang siswa kelas 5B menambahkan, “Awalnya saya agak grogi karena pesertanya banyak sekali, tapi setelah menyanyi Indonesia Raya bersama-sama, saya merasa sangat senang. Saya jadi ingin lebih giat belajar supaya bisa membanggakan Indonesia.”

Upacara kemerdekaan ini memiliki banyak nilai yang bisa dipetik, antara lain:

  1. Disiplin – siswa belajar datang tepat waktu dan mengikuti tata tertib upacara.

  2. Tanggung Jawab – setiap peserta punya peran penting dalam menjaga kekhidmatan upacara.

  3. Nasionalisme – melalui penghormatan kepada bendera dan lagu kebangsaan.

  4. Kebersamaan – bertemu dengan berbagai elemen masyarakat menumbuhkan rasa persatuan.

  5. Pembelajaran Karakter – menanamkan rasa hormat, cinta tanah air, dan semangat juang.

Setelah seluruh rangkaian selesai, upacara ditutup dengan doa bersama untuk arwah para pahlawan serta keselamatan bangsa. Para peserta lalu membubarkan diri dengan tertib.

Semarak Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80

Sebelum pulang, siswa-siswi MI Asshomadiyah menyempatkan diri untuk berfoto bersama dewan guru di sisi lapangan. Foto ini menjadi dokumentasi berharga bahwa mereka turut menjadi bagian dari sejarah peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Delapan puluh tahun kemerdekaan adalah usia yang matang bagi sebuah bangsa. Namun, kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan. Justru di era modern ini, tantangan bangsa semakin kompleks: mulai dari globalisasi, perkembangan teknologi, hingga isu moral dan persatuan bangsa.

Bagi siswa MI Asshomadiyah, ikut serta dalam upacara ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk memahami sejarah bangsanya. Mereka belajar bahwa kemerdekaan adalah amanah, dan menjaga serta mengisi kemerdekaan adalah tugas setiap generasi.

Keterlibatan siswa MI Asshomadiyah kelas 5A, 5B, dan 6A bersama ribuan peserta lain menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme tidak pernah luntur. Dengan pendampingan guru dan kepala madrasah, siswa-siswi ini belajar nilai disiplin, kebersamaan, dan cinta tanah air.

Semarak Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80

Semoga semangat merah putih yang dikobarkan pada pagi 17 Agustus 2025 ini terus terpatri dalam jiwa generasi muda, menjadi bekal untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Budhi Triastuti Maelani, S.E

- Kepala Madrasah -

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur ke hadlirat Alloh Swt yang telah melimpahkan nikmat, taufiq serta hidayah-Nya kepada kita semua,…

Berlangganan
Banner